Kegiatan eksplorasi PT Batubara Selaras Sapta dirancang untuk memastikan kepastian sumber daya, mengelola risiko geologi, dan mendukung pengembangan tambang yang berkelanjutan.

Eksplorasi merupakan tahap fundamental dalam pengembangan aset tambang BSS. Melalui pendekatan berbasis data, pemetaan geologi yang sistematis, serta kegiatan pemboran terencana, BSS membangun dasar yang kuat untuk perencanaan tambang, estimasi cadangan, dan pengambilan keputusan investasi.
Kegiatan eksplorasi di wilayah konsesi BSS telah dimulai sejak tahun 2005 dan terus dikembangkan secara bertahap sesuai prioritas teknis dan rencana pengembangan perusahaan.
Total wilayah konsesi PT Batubara Selaras Sapta seluas 39.010 hektar, yang terbagi menjadi dua blok utama:
Blok Utara : ± 22.929 Ha
Blok Selatan : ± 14.926 Ha
Koridor Penghubung : Sisa area penghubung antar blok
Hingga saat ini, kegiatan pemetaan geologi dan pemboran telah mencakup sekitar 3.510 hektar atau ± 9% dari total luas konsesi, dengan fokus utama pada area yang memiliki potensi pengembangan jangka menengah.
BSS menerapkan metodologi eksplorasi yang mengikuti praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practice), meliputi:
Pemetaan geologi regional dan semi-detail
Pemboran eksplorasi (core drilling dan non-core)
Test pit dan trenching pada area singkapan
Analisis kualitas batubara di laboratorium terakreditasi
Integrasi data geologi untuk estimasi sumber daya dan cadangan
Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kepercayaan data serta meminimalkan risiko teknis pada tahap pengembangan tambang.
Rekam Jejak Eksplorasi
Total titik bor: 208 lubang
Total kedalaman pemboran: ± 12.578 meter
Periode kegiatan: sejak 2005 – sekarang
Sejak tahun 2021, kegiatan eksplorasi difokuskan pada Blok Utara, khususnya di beberapa blok prioritas yang memiliki potensi pengembangan lebih cepat.
Rekam Jejak Eksplorasi
Total titik bor: 208 lubang
Total kedalaman pemboran: ± 12.578 meter
Periode kegiatan: sejak 2005 – sekarang
Sejak tahun 2021, kegiatan eksplorasi difokuskan pada Blok Utara, khususnya di beberapa blok prioritas yang memiliki potensi pengembangan lebih cepat.
Eksplorasi di Blok Utara mencakup beberapa area utama, antara lain Blok 3, 5, 7, 10, 11, 13, dan 14. Kegiatan meliputi pemboran lanjutan, pemetaan geologi detail, serta test pit untuk memverifikasi keberadaan, ketebalan, dan kemenerusan lapisan batubara (seam continuity).
Beberapa area di Blok Utara telah menunjukkan potensi untuk dikembangkan ke tahap penambangan, termasuk area yang saat ini digunakan sebagai trial produksi.
Sebagian area eksplorasi berada di wilayah perkebunan. Dalam hal ini, BSS telah menjalin kerja sama pemanfaatan lahan dengan pihak terkait, guna memastikan kegiatan eksplorasi berjalan selaras dengan kepentingan pemilik lahan dan ketentuan peraturan yang berlaku.
Wilayah konsesi BSS berada dalam sistem cekungan sedimen yang mengandung formasi pembawa batubara, dengan kondisi struktur geologi yang relatif kompleks, meliputi lipatan dan sesar.
Karakter geologi ini menuntut:
Perencanaan eksplorasi yang hati-hati
Kepadatan data yang memadai
Pendekatan bertahap dalam pengembangan tambang
BSS mengelola kompleksitas tersebut melalui peningkatan kualitas data dan evaluasi teknis yang berkelanjutan.
Kegiatan eksplorasi tidak hanya bertujuan menemukan sumber daya, tetapi juga menjadi dasar untuk:
Penyusunan desain dan rencana tambang
Penentuan prioritas pengembangan area
Estimasi stripping ratio dan biaya penambangan
Penjaminan kualitas produk batubara
Dengan demikian, eksplorasi berperan strategis dalam menciptakan kepastian teknis dan ekonomi bagi perusahaan dan investor.
Seluruh kegiatan eksplorasi BSS dilaksanakan dengan memperhatikan aspek:
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Perlindungan lingkungan
Kepatuhan terhadap perizinan dan regulasi
Pendekatan ini memastikan bahwa eksplorasi dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui eksplorasi yang sistematis dan berbasis data, PT Batubara Selaras Sapta membangun fondasi yang kuat untuk pengembangan tambang yang aman, efisien, dan bernilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.