Blok 7 merupakan salah satu area strategis dalam konsesi PT Batubara Selaras Sapta yang telah mengalami kegiatan eksplorasi intensif dan menjadi area penting dalam pengembangan menuju tahap produksi. Aktivitas eksplorasi di Blok 7 bertujuan untuk memahami karakter geologi, kemenerusan lapisan batubara, serta potensi cadangan yang dapat ditambang secara ekonomis.
Blok ini memiliki tantangan geologi yang cukup kompleks, namun juga menunjukkan potensi lapisan batubara yang signifikan berdasarkan hasil pemboran dan testpit.

Blok: 7
Metode eksplorasi: Pemboran eksplorasi dan testpit
Kondisi geologi: Struktur lipatan dan sesar lokal
Tahap pengembangan: Eksplorasi lanjutan & persiapan operasi
Kegiatan eksplorasi dilakukan pada bagian timur dan barat Blok 7, dengan pendekatan bertahap untuk meminimalkan risiko geologi.
Eksplorasi pemboran di Blok 7 dilakukan dalam beberapa periode:
Tahap Awal Pemboran
Oktober – November 2016:
Dilakukan pemboran 7 lubang di bagian timur blok.
Januari – Februari 2017:
Dilakukan pemboran 6 lubang di bagian barat blok.
Hasil Pemboran Utama
Bagian Timur (CBSS-02):
Pada kedalaman 39,20 – 50,20 meter, ditemukan 5 seam batubara dengan total ketebalan sekitar 3 meter.
Bagian Barat (DH-BSS 15):
Pada kedalaman 30,6 meter, ditemukan 2 seam batubara dengan ketebalan masing-masing 2,05 meter dan 0,65 meter.
Hasil ini mengonfirmasi keberadaan beberapa lapisan batubara dengan variasi ketebalan yang dipengaruhi kondisi struktur geologi.
Selain pemboran, kegiatan testpit dilakukan untuk memverifikasi data permukaan dan kemudahan akses lapisan batubara.
Testpit-3:
Ditemukan lapisan batubara pada kedalaman sekitar 0,75 meter dengan ketebalan ± 1,8 meter.
Hasil testpit menunjukkan potensi batubara dekat permukaan yang mendukung rencana penambangan terbuka.
Pada tahun 2022, eksplorasi di Blok 7 kembali dilanjutkan untuk memperkuat basis data:
Jumlah titik bor: 12 titik
Hasil:
Ditemukan 3 lapisan batubara dengan ketebalan masing-masing sekitar:
0,7 meter
1 meter
3 meter
Kegiatan testpit tambahan juga dilakukan dan kembali menemukan lapisan batubara pada kedalaman sekitar 0,75 meter dengan ketebalan ± 1,7 meter.
Berdasarkan evaluasi data pemboran dan pemetaan geologi, area Blok 7 memiliki:
Struktur patahan dan sesar lokal
Kemenerusan lapisan batubara yang bervariasi
Perubahan ketebalan lapisan antar lokasi
Kondisi ini memerlukan pendekatan eksplorasi yang lebih rinci dan perencanaan tambang yang matang untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan.
Blok 7 memiliki peran penting sebagai:
Area validasi geologi untuk pengembangan tambang
Lokasi uji kesiapan operasi (trial produksi)
Referensi desain tambang untuk blok-blok sekitarnya
Data eksplorasi yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunan desain tambang, estimasi cadangan, dan rencana produksi jangka menengah.
Seluruh kegiatan eksplorasi di Blok 7 dilaksanakan dengan:
Kepatuhan terhadap perizinan dan regulasi
Penerapan prinsip keselamatan kerja (K3)
Pengendalian dampak lingkungan
Koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat