PT Batubara Selaras Sapta menjalankan kegiatan produksi batubara secara bertahap dan terencana, dengan mengutamakan kualitas produk, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Kegiatan produksi batubara BSS dilaksanakan berdasarkan hasil eksplorasi dan perencanaan tambang yang matang. Setiap tahapan produksi dirancang untuk memastikan ketercapaian target produksi, konsistensi kualitas batubara, serta pengelolaan risiko operasional yang optimal.
Produksi dilakukan dengan prinsip:
Berbasis data geologi dan desain tambang
Mengutamakan keselamatan dan kepatuhan
Menjaga kesinambungan cadangan dan sumber daya
1. Coal Getting (Pengambilan Batubara)
Batubara diambil dari front tambang sesuai dengan seam target yang telah ditetapkan dalam rencana produksi. Proses coal getting dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas batubara dan meminimalkan kontaminasi material pengotor.
Fokus utama:
Ketepatan pengambilan seam
Pengendalian kualitas di front tambang
Efisiensi alat dan waktu kerja
2. Coal Handling & Stockpile Management
Batubara hasil penambangan diangkut menuju area ROM (Run of Mine) Stockpile untuk dilakukan penataan, pengelompokan, dan pengendalian kualitas sebelum proses pengangkutan lebih lanjut.
Kegiatan ini mencakup:
Penataan stockpile berdasarkan kualitas
Pengendalian kadar air dan kontaminasi
Pengukuran volume dan tonase produksi
3. Quality Control Produksi
BSS menerapkan sistem pengendalian mutu pada setiap tahap produksi untuk memastikan batubara yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi pasar.
Pengendalian mutu meliputi:
Pengambilan sampel batubara secara berkala
Pengujian parameter kualitas (TM, Ash, TS, Kalori)
Pencatatan dan pelaporan hasil produksi
Produksi yang Terencana dan Disetujui Regulator
Kegiatan produksi BSS dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Produksi direncanakan secara realistis dan bertahap untuk:
Menjaga kesinambungan operasional
Mengoptimalkan umur tambang
Memastikan kepatuhan terhadap izin dan regulasi
Peralatan Penambangan
Kegiatan penambangan didukung oleh kombinasi peralatan utama, antara lain:
Excavator dan shovel untuk kegiatan penggalian
Dump truck untuk pengangkutan material
Peralatan pendukung untuk perawatan jalan tambang dan area kerja
Pemilihan alat disesuaikan dengan:
Kondisi medan
Kapasitas produksi yang direncanakan
Standar keselamatan dan efisiensi operasional
Optimalisasi Proses Produksi
BSS secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan peningkatan proses produksi guna mencapai efisiensi biaya dan produktivitas alat.
Upaya yang dilakukan antara lain:
Pengaturan siklus kerja alat produksi
Monitoring produktivitas harian
Evaluasi performa kontraktor
Penyesuaian metode kerja sesuai kondisi lapangan
Produksi yang Aman dan Bertanggung Jawab
Setiap kegiatan produksi dilaksanakan dengan mengutamakan:
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Kepatuhan terhadap standar operasional
Pengendalian dampak lingkungan
Prosedur produksi BSS dirancang untuk memastikan bahwa pencapaian target produksi tidak mengorbankan aspek keselamatan maupun lingkungan.
Menciptakan Nilai Tambah Berkelanjutan
Kegiatan produksi merupakan tahapan penting dalam menciptakan nilai perusahaan. Melalui produksi yang terkendali, efisien, dan berkualitas, BSS berupaya meningkatkan nilai aset tambang serta daya saing perusahaan di pasar energi.